CSR

KRAKATAU POSCO telah berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang terbaik kepada masyarakat melalui kegiatan CSR, mengoptimalkan peluang partisipasi pengusaha lokal, serta kesempatan kerja bagi pemuda dan pemudi terbaik Indonesia.

CSR

Loading

Dukung Kegiatan Bulan Dana PMI

25 Jan 2018

Senin, 8 Januari 2018, Department Head General Affairs & Security Command Center KRAKATAU POSCO, Agus Suyarso beserta tim CSR melaksanakan kunjungan ke Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon. Pada kunjungan tersebut, delegasi KRAKATAU POSCO yang diterima langsung oleh ketua PMI Kota Cilegon, Abdul Hakim Lubis, sekaligus menyampaikan donasi senilai dua puluh juta rupiah dalam rangka mendukung program Bulan Dana PMI.

Kegiatan Bulan Dana PMI rutin dilaksanakan setiap tahun dengan tujuan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan infrastruktur pendukung, baik untuk kegiatan yang berkaitan dengan donor darah maupun tanggap bencana. KRAKATAU POSCO telah menjalin kerjasama yang baik dengan PMI Kota Cilegon sejak Tahun 2011, terutama dalam hal penyediaan kebutuhan darah melalui relawan donor darah. Dalam sambutannya, Agus Suyarso berharap dengan dukungan yang diberikan oleh KRAKATAU POSCO, PMI Kota Cilegon dapat semakin meningkatkan kualitas layanan donor darah dan juga berperan aktif dalam menanggapi permasalahan tanggap bencana darurat.

Pada kesempatan tersebut, Ketua PMI Kota Cilegon, Abdul Hakim Lubis PMI Kota Cilegon mengapreasiasi partisipasi perusahaan dalam Bulan Dana PMI. Kontribusi perusahaan dapat membantu dalam pengembangan program sosial di masyarakat, tidak terbatas pada kegiatan donor darah saja, namun juga mencakup bantuan kemanusiaan yang lebih luas. Bantuan tidak selalu berwujud materi, namun bisa berupa immaterial.

Dalam kesempatan tersebut dipaparkan pula beberapa program PMI yang dilaksanakan secara berkala, selain kegiatan donor darah.
Salah satunya kegiatan Gotong Royong Kemanusiaan, yakni dengan membagikan kacamata gratis dan perlengkapan sekolah bagi anak tidak mampu, membangun 5 (lima) sumur pompa di wilayah Merak untuk membantu warga dari kekeringan jika musim kemarau, serta tanggap darurat bencana.
 
“Dalam penanggulangan bencana, diperlukan adanya peran serta industri. Tidak harus berbentuk uang, namun bisa dalam bentuk makanan, pakaian, ataupun tenaga sukarela.” Ujar Abdul Hakim. Lebih lanjut Abdul Hakim menjelaskan bahwa karyawan di lingkungan industri dapat menjadi relawan PMI. Mereka dapat dilibatkan jika terjadi bencana, sebagai bagian dari tanggap darurat bencana. Dalam hal ini, industri dapat berperan dalam memberikan izin kepada karyawannya untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut. Melalui sinergi yang baik antara PMI dengan Industri, diharapkan berbagai program sosial di Kota Cilegon dapat terlaksana lebih merata.