Berita Perusahaan

Loading

Benchmarking Ironmaking Department ke POSCO

01 Apr 2017

 

Perwakilan engineer Ironmaking Department PT KRAKATAU POSCO (PTKP) mendapat kesempatan untuk menghadiri seminar serta benchmarking di Gwangyang POSCO Korea Selatan pada 9-16 April 2017 lalu. Para engineer tersebut adalah Wahyu Dharmawan (Cokemaking Technology), Timoteus Yuwono (Coke Plant), Andy B. Sembiring (Sinter Plant), Richo Rezky Bukit (BF & Sinter Technology), dan Nofec Budiarto (Blast Furnace Plant). Kelima engineer tersebut didampingi oleh Coke Plant Manager, Lee Sang-Dong, dan BF & Sinter Technology Team Leader, Nam Sang-Jin yang juga merupakan presenter dalam seminar.
Seminar 'Ironmaking & Cokemaking Conference' berlangsung di Gwangyang POSCO dan dihadiri oleh peserta dari Ironmaking dan Cokemaking Department Pohang-Gwangyang, perwakilan universitas, researcher dari RIST & Posco LAB, Posco Brazil (CSP), dan perwakilan dari PTKP. Dalam seminar tersebut, Lee Sang-Dong yang hadir mewakili PTKP menjelaskan tentang perbedaan, pencapaian dan kelebihan Coke Plant PTKP pada kualitas coke, adapun Nam Sang-Jin menjelaskan tentang keunggulan casting iron di Blast Furnace,PTKP. Kesempatan untuk menjadi peserta seminar yang diikuti oleh ahli dalam bidang ironmaking dan cokemaking memberikan manfaat positif bagi para engineer dalam  berbagi pengalaman dan berdiskusi lebih jauh mengenai proses produksi. Selain itu para peserta diajak untuk melihat rencana jangka panjang POSCO yaitu sistem 'Smart Factory'. Seminar pertukaran pengetahuan tentang teknologi ini diadakan dua kali dalam setahun, dan tak menutup kemungkinan bahwa plant lain seperti Steelmaking dan Plate Rolling juga menyelenggarakan kegiatan serupa.
Selain seminar, para engineer juga berkunjung ke Coke, Sinter, dan Blast Furnace Plant di POSCO Gwangyang untuk melakukan studi banding pada proses dan fasilitas. Melihat detail pada perbandingan kualitas dan produktivitas di PTKP dan POSCO, serta proses pengembangan fasilitas sehingga mengetahui cara kerja, masalah, hingga antisipasi yang dapat dilakukan. POSCO yang telah berdiri sebelum PTKP memang telah berkembang pesat jauh, namun dari studi banding itulah para engineer belajar, berpikir kritis, mengembangkan ide, dan berdiskusi dengan para ahlinya untuk kemudian diaplikasikan pada proses di Ironmaking PTKP. Apakah fasilitas atau peralatan tambahan yang digunakan di POSCO dapat diimplementasikan di PTKP? Apakah produktivitas dapat bertambah bila menggunakan material jenis tertentu? Serta banyaknya pertanyaan lain yang harus dijawab, dan kemudian menjadi tugas para engineer untuk menggali dan mengembangkan ide karena sebuah proses terutama Integrated Steel Mill PTKP memerlukan inovasi untuk peningkatan kualitas dan produktivitas. (Emmanuela Sabatini, Ironmaking Department)