Krakatau Posco | News & Events -

Contact
© 2019 Krakatau Posco

article thumb
article-image-1

KRAKATAU POSCO Hadirkan Solusi Konstruksi Tangguh dan Berkelanjutan Sebagai Penguatan Industri Baja Nasional

KRAKATAU POSCO turut ambil bagian dalam Seminar Nasional dan Pameran Rantai Pasok Konstruksi Baja yang diselenggarakan oleh Indonesia Society of Steel Construction (ISSC) yang diselenggarakan di Mangkuluhur Artotel Suites, pada 15-16 April 2026. Dalam forum strategis tersebut, Direktur Technology & Business Development KRAKATAU POSCO, Alhadis Syamsuddin, hadir sebagai pembicara dengan mengusung tema “KRAKATAU POSCO Advanced Steel Solution for Steel Constructions”  yang khusus memaparkan tentang produk unggulan Hi-Strength Welded Structural Steel, Seismic Steel, dan Weathering Steel

Dalam pemaparannya, KRAKATAU POSCO menegaskan peran strategisnya sebagai produsen baja nasional yang mampu menghadirkan solusi material berkualitas tinggi untuk berbagai sektor industri. Perusahaan telah memproduksi baja grade tinggi untuk kebutuhan konstruksi, baja tahan cuaca (weathering steel), struktur lepas pantai, fasilitas energi, hingga alat berat.

Alhadis menjelaskan bahwa keunggulan KRAKATAU POSCO tidak hanya terletak pada produk, tetapi juga pada kapabilitas manufaktur yang terintegrasi dan berbasis teknologi maju. Sebagai pabrik baja terpadu, perusahaan memiliki kemampuan desain kualitas dan kontrol produksi yang adaptif, sehingga mampu melakukan penyesuaian proses manufaktur secara presisi guna menghasilkan produk yang konsisten dan berkualitas tinggi.

Selain itu, KRAKATAU POSCO didukung oleh teknologi rolling mill yang mampu mengendalikan toleransi ketebalan secara ketat sesuai kebutuhan proyek. Sistem pabrik berbasis komputer yang terintegrasi juga memungkinkan pemantauan secara real-time, penggunaan sistem prediktif, serta optimalisasi efisiensi produksi secara menyeluruh.

Dalam aspek kualitas material, pengendalian komposisi kimia dilakukan secara ketat untuk memastikan setiap produk memenuhi spesifikasi yang diinginkan. KRAKATAU POSCO juga mengadopsi teknologi inspeksi berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui fasilitas Surface Defect Detector (SDD) di Hot Rolling Plant, yang mampu mendeteksi cacat permukaan secara akurat guna menjaga standar mutu produk.

“Kami akan terus menghadirkan solusi baja berkualitas tinggi yang tidak hanya memenuhi standar global, tetapi juga menjawab kebutuhan spesifik konstruksi di Indonesia, termasuk tantangan lingkungan dan risiko gempa bumi. Inovasi teknologi menjadi kunci kami dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan,” ujar Alhadis.

Dengan cakupan spesifikasi produk yang luas serta dukungan sertifikasi internasional, KRAKATAU POSCO memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam industri baja nasional dan global.

Dalam sesi presentasi, KRAKATAU POSCO juga menyoroti pengembangan Hi-Strength Welded Structural Steel yang dirancang untuk aplikasi konstruksi berat seperti jembatan baja, gedung bertingkat, dan struktur industri. Material ini memiliki kekuatan dan daya tahan tinggi, sehingga mampu memenuhi tuntutan proyek dengan beban dan tekanan ekstrem.

Selain itu, perhatian khusus diberikan pada pengembangan Seismic Steel atau baja tahan gempa. Material ini dinilai krusial bagi Indonesia sebagai negara dengan tingkat aktivitas seismik yang tinggi. Baja tahan gempa dirancang dengan karakteristik keuletan tinggi, ketangguhan optimal, serta yield ratio rendah, maksimum 80 persen, yang memenuhi standar global.

“Penggunaan seismic steel merupakan langkah strategis dalam meningkatkan keselamatan konstruksi. Dengan material yang memiliki keuletan tinggi, kemampuan las yang baik, serta kontrol kualitas yang ketat, kami dapat memastikan struktur tetap andal dalam menghadapi beban ekstrim seperti gempa,” tambahnya.

Alhadis menjelaskan bahwa pembelajaran dari peristiwa gempa besar seperti Gempa Northridge 1994 dan Gempa Kobe 1995 menjadi dasar penting dalam pengembangan teknologi baja tahan gempa. Pada kejadian tersebut, ditemukan bahwa banyak kegagalan struktur terjadi pada sambungan baja, sehingga mendorong inovasi material dengan kemampuan las yang lebih baik dan performa struktural yang lebih andal.

Baja tipe SN400 dan SN490 yang dikembangkan KRAKATAU POSCO mampu menahan tekanan dan regangan selama gempa, menjaga integritas struktur bangunan, serta meningkatkan keselamatan konstruksi secara keseluruhan. Dengan sifat ringan, kuat, dan ductile, material ini menjadi solusi ideal untuk pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia. Saat ini, KRAKATAU POSCO turut serta terlibat dalam mengembangkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk baja tipe tersebut.

KRAKATAU POSCO juga terus menghadirkan inovasi dalam mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia melalui pengembangan baja tahan cuaca (weathering steel), yaitu material dengan ketahanan tinggi terhadap lingkungan luar ruang seperti hujan dan kelembaban, yang mampu membentuk lapisan pelindung alami sehingga dapat mengurangi aktivitas pelapisan. Baja ini cocok untuk berbagai aplikasi seperti jembatan,  bangunan gedung, dengan keunggulan tidak hanya pada kekuatan dan umur pakai yang lebih panjang, tetapi juga pada tampilan estetika dari lapisan yang terbentuk. Dari sisi ekonomi, penggunaannya mampu menurunkan biaya pemeliharaan, sekaligus lebih ramah lingkungan karena dengan adanya pengurangan kebutuhan pemeliharaan dapat berkontribusi pada penurunan jejak karbon.

Menutup pemaparannya, Alhadis menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat industri baja nasional. “Kami percaya bahwa sinergi antara produsen baja, pelaku konstruksi, dan pemerintah akan menjadi faktor utama dalam menjadikan industri konstruksi baja sebagai tuan rumah di negeri sendiri,” pungkasnya.

Melalui partisipasi dalam forum ISSC ini, KRAKATAU POSCO menegaskan upayanya untuk terus mendukung penguatan industri konstruksi baja nasional melalui inovasi teknologi, peningkatan kualitas produk, serta kolaborasi lintas sektor. Perusahaan optimistis bahwa penerapan solusi baja canggih akan menjadi kunci dalam mewujudkan konstruksi yang tangguh, efisien, dan berdaya saing tinggi di tingkat global.