Krakatau Posco | Berita & Kegiatan -

Contact
© 2019 Krakatau Posco

article thumb

Safety First Academy 2026: Membangun Budaya Keselamatan Kelas Dunia Menuju “Tahun Tanpa Kecelakaan” di PTKP

Komitmen terhadap keselamatan kerja kembali ditegaskan melalui pembukaan Safety First Academy 2026 yang diselenggarakan di Auditorium HRDC. Program ini menjadi langkah strategis KRAKATAU POSCO (PTKP) dalam mewujudkan visi ambisius tahun 2026 sebagai “Tahun Tanpa Kecelakaan” (Zero Accident Year), sekaligus memperkuat budaya keselamatan sebagai fondasi utama keberlanjutan perusahaan.

Dalam sambutan pembukaannya, Iip Arief Budiman menegaskan bahwa keselamatan tidak lagi dipandang sekadar sebagai pemenuhan regulasi, melainkan sebagai prioritas utama yang harus berjalan selaras dengan inovasi teknologi dan efisiensi operasional. Perspektif ini menempatkan keselamatan sebagai elemen kunci dalam implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), di mana perlindungan terhadap karyawan menjadi aspek paling mendasar dalam menjaga keberlanjutan bisnis.

Melanjutkan keberhasilan tahun sebelumnya, Safety First Academy 2025 telah menjangkau 604 karyawan, terdiri dari 529 personel level pimpinan (Group Leader hingga Team Leader) dan 75 personel non-leader. Tingginya tingkat kepuasan peserta serta dampak positif terhadap peningkatan safety mindset menjadi pijakan kuat bagi pengembangan program di tahun 2026. Tahun ini, PTKP menargetkan peningkatan signifikan dengan menjangkau 1.080 team member melalui kurikulum yang lebih berfokus pada aspek praktis dan implementatif di lapangan.

Keberhasilan program ini didukung oleh sinergi internal yang solid antara Training Team dan Safety Management & Health Department. Kolaborasi ini menghasilkan desain pelatihan yang lebih komprehensif dan aplikatif, merespons kebutuhan nyata di area kerja. Dalam pelaksanaannya, Safety First Academy 2026 mengusung program pelatihan intensif selama satu hari dengan cakupan materi keselamatan industri yang luas, meliputi Working at Height, Lifting & Rigging, Confined Space, Electrical Safety, hingga Isolation Locking System (ILS).

Pendekatan pembelajaran yang diterapkan mengintegrasikan metode Education, Exposure, dan Experimental, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menginternalisasi praktik keselamatan secara langsung. Dengan pendekatan ini, setiap anggota tim diharapkan memiliki standar kompetensi global yang siap menghadapi tantangan operasional di lini terdepan.

Selain itu, program ini juga menghadirkan forum diskusi lintas unit yang bertujuan untuk menyelaraskan standar implementasi keselamatan di seluruh area kerja PTKP. Dukungan penuh dari manajemen puncak, serta pemberian penghargaan kepada peserta terbaik, menjadi bagian dari strategi untuk menjaga motivasi dan disiplin dalam penerapan budaya keselamatan.

Melalui pendekatan yang interaktif dan berbasis studi kasus nyata, berbagai regulasi keselamatan yang kompleks dikemas menjadi panduan praktis yang mudah dipahami dan diterapkan oleh seluruh karyawan. Hal ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya aman, tetapi juga produktif dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, Safety First Academy merupakan investasi jangka panjang bagi aset terpenting perusahaan, yaitu sumber daya manusia. Dengan mengoptimalkan kualitas materi, fasilitas pendukung, serta keahlian instruktur internal, program ini dirancang untuk terus meningkatkan kompetensi yang adaptif terhadap dinamika industri.

Menutup rangkaian pembukaan, disampaikan pesan yang kuat dan reflektif kepada seluruh peserta: bahwa komitmen terhadap keselamatan bukan hanya untuk mencapai target Zero Accident, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap diri sendiri serta keluarga yang menanti di rumah. Dengan semangat kebersamaan tersebut, PTKP terus melangkah maju dalam membangun budaya keselamatan yang unggul, konsisten, dan berkelanjutan.